Uncategorized

Antusiasme Anak-si kecil Suku Baduy Periksa Kesehatan

Anak-si kecil antusias menunggu namanya dipanggil di pekarangan Kantor Desa Kanekes, Lebak, Banten. Ya, mereka tengah mengantri untuk pemeriksaan kesehatan yang diadakan oleh Kementerian Total, Sabtu (30/7).

\\\”Belum pernah periksa. Ini tadi diperiksa tinggi badan, berat badan, terus dikasih makanan. Ria sekali,\\\” tutur Warna, si kecil laki-laki 14 tahun yang baru saja selesai periksa kesehatan.

Kepala Desa Kanekes, Saija mengaku desanya belum lama mengetahui pengobatan medis. Selama ini, pengobatan tradisional menjadi nomor satu, dan diajari kepada si kecil-si kecil.

Saija mengatakan bahwa adat tetap seharusnya berjalan, umpamanya pengobatan tradisional. Kedua, pengobatan secara medis untuk membantu pengobatan tradisional.

\\\”Walau masih si kecil-si kecil, mereka kami ajarkan untuk mengobati secara tradisional. Nanti dibantu medis juga, sedikit-sedikit telah kenal pengobatan medis, tapi tradisional nomor satu, tidak boleh ditinggal,\\\” ungkap Saija.

Di Desa Kanekes ini, si kecil-si kecil belum mencapai sekolah mahjong ways formal. Mereka belajar cuma dari orang tua saja. \\\”Rata-rata mereka turut ibunya ke ladang. Bila telah besar, mereka diajari menenun,\\\” jelasnya.

Itu sebabnya, mereka antusias ketika ada pemeriksaan kesehatan dan belajar bersama di desa dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2022 lantaran hal ini jarang mereka lakukan di desa.

Saija sungguh-sungguh gembira, kedatangan Kementerian Total membikin si kecil-si kecil gembira. Katanya, telah hampir 15 hari si kecil-si kecil diajak bermain dan belajar bersama dengan regu Kementerian Total.

\\\”Jenis-variasi kegiatannya, asesmen, belajar bersama, main bersama, senam pagi, periksa kesehatan, rekam data kependudukan, hingga penyaluran bantuan,\\\” tutur dia.

Pihaknya berharap supaya kedepan banyak kepedulian dan toleransi dari pemerintah. \\\”Karena kami masyarakat umum, semoga pemerintah peduli dan toleransi. Kami berharap negara aman, damai, sejahtera dan sehat,\\\” sambung Saija.

Kementerian Total menggelar beberapa aktivitas dalam rangka HAN 2022 untuk si kecil-si kecil di Sosial Adat Terpencil (KAT), salah satunya kelompok sosial Suku Baduy di Desa Kanekes, Lebak, Banten.

Kecuali mengajak belajar dan bermain bersama, Kementerian Total menyalurkan bantuan kepada 575 si kecil yang tersebar di 20 kampung di Baduy Luar, Baduy Dalam, serta si kecil sekitar Suku Baduy. Sentra bantuan sebesar Rp315 juta ini, dikelola oleh Anak \\\”Galih Pakuan\\\” di Bogor milik Kementerian Total.

Bantuan yang dikasih layak kebutuhan si kecil-si kecil tersebut. Ada yang berupa paket nutrisi berisi kacang hijau, susu, beberapa variasi biskuit, wafer dan jus kemasan.

Ada juga bantuan kebutuhan dasar berupa kelengkapan mandi seperti sikat gigi, pasta gigi, sabun dan shampoo. Kementerian Total juga memberikan bantuan paket sembako seperti beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, sarden dan ikan asin.

Atas bantuan ini, mereka berkesempatan mengucapkan rasa gembira mendapat bantuan. Ungkapan ini diperkenalkan si kecil-si kecil Suku Baduy pas di acara puncak peringatan HAN 2022 di Lombok Timur secara virtual, Senin (1/8).

\\\”Terima beri Bu Menteri telah memberikan bantuan untuk kami. Selamat Hari Anak Nasional 2022,\\\” ungkap Armin secara virtual ketika disapa oleh Menteri Total, Tri Rismaharini yang berada di Lombok Timur.

lain di acara puncak HAN 2022 yaitu perekaman KK, KTP, akta lahir dan KIA berprofesi sama dengan Dinas Dukcapil Kabupaten Lebak.

Anak-si kecil juga dikasih ruang untuk berekspresi, menampilkan kreasi seni si kecil-si kecil Suku Baduy. Dalam kreasi seni ini ditampilkan permainan karet congklak, engklek, kerajinan membikin kain tenun, dan kesenian adat gambang kromong.

Anda mungkin juga suka...